Artificial Intelligence sering kita dengar pada era sekarang ini. Dengan kehadiran AI mampu membantu pekerjaan manusia menjadi lebih cepat.
Di era perkembangan teknologi yang memunculkan perubahan yang dimulai dari hal kecil yang mampu memberikan dampak besar bagi jutaan orang di dunia. Seperti halnya bila saat ini tidak ada jaringan internet, hidup akan terasa sunyi dan hampa. Serasa dunia tanpa informasi.
Dari hal tersebut sebuah perpustakaan yang merupakan tempat untuk mengolah informasi, harus memiliki inovasi-inovasi untuk menyajikan informasi yang tepat dan sesuai kebutuhan pemustaka.
Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dengan teknologi computer vision memberikan banyak manfaat dalam kegiatan sirkulasi di perpustakaan. Apa itu computer vision?
Computer vision merupakan kecerdasan buatan untuk "melihat" dan mengartikan sebuah data visual dengan menggunakan media kamera, server edge, atau cloud.
Sebuah pencitraan komputer yang menggabungkan kamera, edge atau cloud, perangkat lunak, dan artificial intelligence (AI) untuk membantu sistem "melihat" dan mengidentifikasi objek.
Sistem computer vision dapat bermanfaat untuk mengenali objek dengan cepat dalam menganalisis demografi khalayak, dan menghasilkan data yang akurat.
Computer vision dapat membantu pustakawan untuk melakukan kegiatan sirkulasi, berikut beberapa penerapan artificial intelligence (AI) di perpustakaan;
1. Penggunaan barcode atau QR Code
Artificial Intelligence (AI) dapat digunakan untuk mengenali barcode atau kode QR yang tertempel di buku atau kartu anggota perpustakaan. Dengan demikian kegiatan peminjaman dan pengembalian buku dapat dilakukan secara cepat dan akurat.
2. Pengenalan Teks
Teknologi OCR (Optical Character Recognition) yang didukung artificial intelligence (AI) dapat digunakan untuk mengenali teks yang ada di buku, jurnal, atau dokumen lainnya. Dari hal itu dapat membantu proses pencarian lebih cepat dan akurat.
3. Pendeteksian Pelanggaran
Artificial Intelligence (AI) dapat membantu untuk mendeteksiu pelanggaran dalam peminjaman buku. Sehingga koleksi buku akan lebih aman dan peminjaman buku berjalan lebih tepat waktu.
4. Dapat memberikan refrensi buku yang menarik
Dari sejarah peminjaman anggota perpustakaan, artificial intelligence (AI) dapat memberikan rekomendasi buku yang sesuai dengan minat pemustaka.
5. Optimasi Penempatan Buku
Artificial intelligence (AI) dapat membantu perpustakaan untuk merencanakan penempatan buku yang optimal berdasarkan kategori, popularitas, atau tingkat pemakaian. Hal tersebut dapat meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan pemustaka.
6. Manajemen Antrean
Artificial intelligence (AI) dapat membantu untuk mengurangi waktu tunggu anggota pemustaka saat membutuhkan buku yang akan dipinjam.
7. Analisis Penggunaan
Artificial intelligence (AI) juga dapat membantu menganalisis pola dari penggunaan perpustakaan. Ini dapat memberikan pengetahuan yang berharga untuk seperti koleksi buku, jam operasional, atau layanan tambahan lain yang dibutuhkan pemustaka.
8. Keamanan
Sistem pengamanan yang berbasis Artificial intelligence (AI) dengan kamera yang terintegrasi untuk dapat membantu dalam menjaga keamanan di dalam perpustakaan, hal itu dapat mengidentifikasi potensi tindakan pencurian.
9. Sirkulasi Mandiri
Artificial intelligence (AI) dengan menggunakan computer vision dapat memungkinkan pemustaka untuk meminjam dan mengembalikann buku tanpa bantuan pustakawan.
10. Pengenalan Wajah
Artificial intelligence (AI) dapat mengenali wajah, hal itu dapat membantu dalam mengidentifikasi pemustaka saat meminjam buku.
11. Pengoptimalan Layanan Pemustaka
dapat digunakan untuk chatbot atau layanan pelanggan otomatis untuk merespon dan memberikan jawaban pertanyaan pemustaka dengan memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka di perpustakaan universitas perguruan tinggi.
Penerapan Artificial intelligence (AI) dengan teknologi computer vision
memungkinkan perpustakaan untuk bertransformasi menjadi lebih efisien, meningkatkan pelayanan pemustaka, dan mampu memberikan layanan yang lebih baik kepada
pemustaka. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa perlindungan privasi dan
etika harus menjadi perhatian utama dalam penggunaan teknologi ini.
Walau dengan kehadiran artificial intelligence (AI) manusia sebagai pengelola diharapkan mampu mengupgrade diri untuk dapat mengelola system yang dibuat sesuai dengan kecerdasan manusia, supaya mampu memanfaatkan teknologi dengan baik dan tepat. Sehingga seorang pustakawan diharapkan untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi informasi dengan up to date. So jangan lelah untuk belajar, dan belajar untuk memberikan atau menyajikan informasi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan pemustaka.
Sumber pustaka
https://agribisnis.uma.ac.id/2022/12/10/perkembangan-teknologi-di-era-digital/
https://feb.ugm.ac.id/id/berita/3614-perkembangan-teknologi-di-era-digital


.jpg)
