Jumat, 01 September 2023

Penerapan Artificial Intelligence: Teknologi Computer Vision Di Perpustakaan Perguruan Tinggi

 

Sumber :https://www.pexels.com/photo/robot-pointing-on-a-wall-8386440/


Artificial Intelligence sering kita dengar pada era sekarang ini. Dengan kehadiran AI mampu membantu pekerjaan manusia menjadi lebih cepat.

Di era perkembangan teknologi yang memunculkan perubahan yang dimulai dari hal kecil yang mampu memberikan dampak besar bagi jutaan orang di dunia. Seperti halnya bila saat ini tidak ada jaringan internet, hidup akan terasa sunyi dan hampa. Serasa dunia tanpa informasi.

Dari hal tersebut sebuah perpustakaan yang merupakan tempat untuk mengolah informasi, harus memiliki inovasi-inovasi untuk menyajikan informasi yang tepat dan sesuai kebutuhan pemustaka.

Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dengan teknologi computer vision  memberikan banyak manfaat dalam kegiatan sirkulasi di perpustakaan. Apa itu computer vision?

Computer vision merupakan kecerdasan buatan untuk "melihat"  dan mengartikan sebuah data visual dengan menggunakan media kamera, server edge, atau cloud

Sebuah pencitraan komputer yang menggabungkan kamera, edge atau cloud, perangkat lunak, dan artificial intelligence (AI) untuk membantu sistem "melihat" dan mengidentifikasi objek. 

Sistem computer vision dapat bermanfaat untuk mengenali objek dengan cepat dalam menganalisis demografi khalayak, dan menghasilkan data yang akurat.

Computer vision dapat membantu pustakawan untuk melakukan kegiatan sirkulasi, berikut beberapa penerapan artificial intelligence (AI) di perpustakaan;

1. Penggunaan barcode atau QR Code

Artificial Intelligence (AI) dapat digunakan untuk mengenali barcode atau kode QR yang tertempel di buku atau kartu anggota perpustakaan. Dengan demikian kegiatan peminjaman dan pengembalian buku dapat dilakukan secara cepat dan akurat.

2. Pengenalan Teks

Teknologi OCR (Optical Character Recognition) yang didukung artificial intelligence (AI) dapat digunakan untuk mengenali teks yang ada di buku, jurnal, atau dokumen lainnya. Dari hal itu dapat membantu proses pencarian lebih cepat dan akurat.

3. Pendeteksian Pelanggaran

Artificial Intelligence (AI) dapat membantu untuk mendeteksiu pelanggaran dalam peminjaman buku. Sehingga koleksi buku akan lebih aman dan peminjaman buku berjalan lebih tepat waktu.

4. Dapat memberikan refrensi buku yang menarik

Dari sejarah peminjaman anggota perpustakaan, artificial intelligence (AI) dapat memberikan rekomendasi buku yang sesuai dengan minat pemustaka.

5. Optimasi Penempatan Buku

Artificial intelligence (AI) dapat membantu perpustakaan untuk merencanakan penempatan buku yang optimal berdasarkan kategori, popularitas, atau tingkat pemakaian. Hal tersebut dapat meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan pemustaka.

6. Manajemen Antrean

Artificial intelligence (AI) dapat membantu untuk mengurangi waktu tunggu anggota pemustaka saat membutuhkan buku yang akan dipinjam.

7. Analisis Penggunaan

Artificial intelligence (AI) juga dapat membantu menganalisis pola dari penggunaan perpustakaan. Ini dapat memberikan pengetahuan yang berharga untuk seperti koleksi buku, jam operasional, atau layanan tambahan lain yang dibutuhkan pemustaka.

8. Keamanan

Sistem pengamanan yang berbasis Artificial intelligence (AI) dengan kamera yang terintegrasi untuk dapat membantu dalam menjaga keamanan di dalam perpustakaan, hal itu dapat mengidentifikasi potensi tindakan pencurian.

9. Sirkulasi Mandiri

Artificial intelligence (AI) dengan menggunakan computer vision  dapat memungkinkan pemustaka untuk meminjam dan mengembalikann buku tanpa bantuan pustakawan.

10. Pengenalan Wajah

Artificial intelligence (AI) dapat mengenali wajah, hal itu dapat membantu dalam mengidentifikasi pemustaka saat meminjam buku.

11. Pengoptimalan Layanan Pemustaka

dapat digunakan untuk chatbot atau layanan pelanggan otomatis untuk merespon dan memberikan jawaban pertanyaan pemustaka dengan memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka di perpustakaan universitas perguruan tinggi.


Penerapan Artificial intelligence (AI)  dengan teknologi computer vision memungkinkan perpustakaan untuk bertransformasi menjadi lebih efisien,  meningkatkan pelayanan pemustaka, dan mampu memberikan layanan yang lebih baik kepada pemustaka. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa perlindungan privasi dan etika harus menjadi perhatian utama dalam penggunaan teknologi ini.

Walau dengan kehadiran artificial intelligence (AI) manusia sebagai pengelola diharapkan mampu mengupgrade diri untuk dapat mengelola system yang dibuat sesuai dengan kecerdasan manusia, supaya mampu memanfaatkan teknologi dengan baik dan tepat. Sehingga seorang pustakawan diharapkan untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi informasi dengan up to date. So jangan lelah untuk belajar, dan belajar untuk memberikan atau menyajikan informasi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan pemustaka.


Sumber pustaka

https://www.intel.co.id/content/www/id/id/internet-of-things/computer-vision/overview.html#:~:text=Computer%20Vision%20menggunakan%20kecerdasan%20buatan,%2C%20server%20edge%2C%20atau%20cloud.

https://agribisnis.uma.ac.id/2022/12/10/perkembangan-teknologi-di-era-digital/

https://komputer-grafis-d3.stekom.ac.id/informasi/baca/COMPUTER-VISION-PENGERTIAN-CONTOH-DAN-APLIKASINYA/5dbdf66075ce5e47cb39584288bc8b7dc3333b1b

https://feb.ugm.ac.id/id/berita/3614-perkembangan-teknologi-di-era-digital

https://www.smarteye.id/blog/perkembangan-teknologi-digital-indonesia/https://www.smarteye.id/blog/perkembangan-teknologi-digital-indonesia/




Rabu, 23 Agustus 2023

Diklat Promosi Digital Perpustakaan

       sumber : screnshot kegiatan webinar


     Perpusnas-23 Agustus 2023 Diklat Promosi Digital Perpustakaan yang diadakan oleh Perpustakaan Nasional yang di mulai pada tanggal 14 Agustus 2023 sampai 25 Agustus 2023. Kegiatan dilakukan secara daring dan di ikuti oleh 41 peserta. Peserta terdiri dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang sebagai pustakawan (Pengelola Perpustakaan) baik perpustakaan umum, perguruan tinggi, maupun dari sekolah. Semua berkumpul untuk mengikuti kegiatan Diklat yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional. 

    Para pustakawan mengikuti kegiatan dengan sangat bersemangat dan antusias dalam membuat konten-konten yang menarik sebagai media promosi perpustakaan. Materi yang disampaikan juga sangat menarik, mulai dari hari pertama pembukaan dengan pre test sebagai ukur peserta untuk memahami tentang Promosi Digital Perpustakaan. 

    Materi Diklat juga disusun secara sistematis, setelah pembukaan materi selanjutnya mengenai Dinamika Kelompok yang di sampaikan oleh pak Dwi Ariwibowo, S.E., M.A. Setelah mengenal tentang Dinamika Kelompok peserta mulai dikenalkan dengan Etika Promosi Perpustakaan Digital yang disampaikan oleh Bapak Fauzan Dwi Kurniawan, M.IP.

    Pada hari kedua mulai dikenalkan dengan materi Pengantar Promosi Perpustakaan Berbasis Digital dan Branding Untuk Perpustakaan yang disampaikan oleh Bapak Haryo Nurtiar, M.Hum. Materi yang disampaikan sangat menarik dengan didukung oleh buku dan video yang dapat kami pelajari.

    Pada hari ketiga mempelajari tentang Copywriting yang disampaikan oleh Bapak Umbara Purwacaraka, S.Hum. Setelah itu pada siang hari disampaikan materi tentang Pembuatan Konten Promosi Berbasis Digital yang disampaikan oleh Bapak Dede Gumilar, S.I.Pust.

    Pada hari keempat mulai dikenalkan dengan Media Sosial Sebagai Alat Promosi Perpustakaan yang disampaikan oleh Ibu Resti Laras Gilang Parindra, M.A. Selain itu di jam kedua juga dikenalkan dengan materi Customer Relationship Management Pada Perpustakaan yang disampaikan oleh Ibu Leila Fajrie Auddiena NFA, M.Pd. 

    Pada hari kelima yang bertepat pada tanggal 23 Agustus 2023 mulai dikenalkan dengan materi Blog dan Vlog Sebagai Alat Promosi Perpustakaan yang disampaikan oleh  Bapak Dede Gumilar, S.I.Pust. Materi yang disampaikan mulai dari cara pembuatan Blog dan Vlog baik yang tidak berbayar maupun yang berbayar. Ini merupakan salah satu kegiatan dari materi yang mengenai Blog, dimana penulis menyampaikan kegiatan Diklat Promosi Perpustakaan Berbasis Digital melalui Blog dan Vlog yang akan di share dalam blog. Penulis merupakan seorang pustakawan dari Tulungagung Jawa Timur yang bekerja di Perguruan tinggi swasta yang terkemuka yang di Kota ini.  Berikut adalah gambar sekilas tentang Perpustakaan Universitas Bhinneka PGRI:

sumber: website ubhi.ac.id


Video singkat tentang Perpustakaan Universitas Bhinneka PGRI




Lokasi Perpustakaan;




 

Senin, 17 Juli 2023

Meresum Tema: Menulis Itu Mudah


KBMN PGRI29 17 Juli 2023-Menulis itu mudah?Bagaimana menurut kalian tanggapan seperti itu apakah menulis merupakan sesuatu yang mudah atau sulit! Ada peribahasa "Jika Tanganku adalah kuas, maka tulisanku adalah lukisan berjuta warna" itu cuplikan penyemangat untuk menulis.
Sering kali juga penulis dengar kata-kata yang membuat penulis membara dengan kata-kata yang pernah saya dengar, "Jika Kau Mati Tanpa Tulisan Hanya Meninggalkan Nama Tanpa Ilmu". Kata-kata berikut membuat penulis bercita-cita buku yang ditulis terpanjang dirak-rakToko buku dengan menjadi best seller. Pertemuan ke-10 ini dengan tema "Menulis Itu Mudah yang sebelumnya sudah disampaikan di awal.Narasumber yang sudah memiliki banyak sekali tulisan Bapak- Prof. Dr. Ngainun Naim yang berasal dari Trenggalek yang tidak jauh dari kota penulis. Menurut nara sumber menulis itu mudah bagi yang sudah terbiasa, dan sulit bagi yang belum terbiasa. Menulis itu mudah bila: menulis apa yang sudah diketahui, menulis mengenai pengalaman hidup sehari-hari. Nara sumber juga memaparkan kunci untuk menulis yaitu: dengan menyakinkan dalam diri Anda bahwa menulis itu memang mudah, dan sekali-kali jangan pernah berpikir itu sulit. Harus dapat membedakan PIKIRAN dengan PRAKTIK dalam menulis. Pikiran itu merupakan suatu kunci untuk menentukan tindakan.Jadikan sebuah hambatan menjadi metamorfosis menjadi tantangan serta haruis konsisten dalam menulis. Jadikanlah pacuan untuk diri sendiri bahwa menulis itu suatu kesempatan untuk kita beribadah.

Di dalam kegiatan menulis, fokus menulis saja jangan sambil dibaca atau di edit, keluarkan semua yang ada di pikiran. Sebagai penutup nara sumber memberikan slogan yang sangat terkenal dari ulama AA Gym yaitu 3 M; 1. Mulai dari diri sendiri 2. Mulai dari hal kecil 3. Mulai dari sekarang
Sebuah tulisan akan mudah bila konsisten untuk mempratekkan membuat tulisan tersebut.